• Admin

Enjoy Aja ala Kennard Hisyam



IJL.Com- Bukan hasil pada papan skor yang dicari Kennard Hisyam saat membela CISS di Indonesia Junior League U-9 musim 2020. Memetik atmosfer kompetisi jauh lebih nikmat. Enjoy aja!

Filosofi "Have Fun with Soccer" yang selalu didengungkan CISS tergambar jelas dalam seraut wajah imut salah satu pemain mereka, Kennard Hisyam. Usia yang baru menginjak enam tahun tidak membuat bocah kelahiran Sumedang itu ragu untuk turun gelanggang.


Saat proses screening pemain IJL 2020 digelar pada Maret lalu, Kennard memang sudah langsung membuat "jatuh hati". Bagaimana tidak, disaat teman-teman sebayanya begitu antusias menjalani cek kesehatan gigi, Kennard justru menghindar. Takut disuntik, begitu alasannya hingga membuat tim dokter Mayapada Hospital tak kuasa menahan tawa.

Di atas lapangan, Kennard memang belum bisa seperti rekan-rekan setimnya yang begitu enerjik mengejar si kulit bundar guna berburu gol. Instruksi pelatih pun masih ia raba-raba. Rumput hijau tak ubahnya seperti taman bermain bukan medan laga. Ya, enjoy aja.


"Kennard gabung di CISS sejak usia lima tahun, jadi maklum baru tahu tendang dan tangkap saja. Sebagai orangtua hanya mengarahkan, lambat laun pasti ada prosesnya, saya yakin," ujar sang ayah, Hermansyah.

"Memang bisa dibilang Kennard sedang gandrung sepak bola, sangat mengidolakan Kylian Mbappe. Secara visual, dia hobi nonton bola sama seperti ayahnya. Beberapa kali kalau ada pertandingan tarkam dekat rumah juga saya ajak, supaya pelan-pelan tahu atmosfer sepak bola yang sebenarnya," tambah Herman seraya tersenyum.




Atmosfer itu yang membuat Herman tak ragu mengizinkan buah hatinya untuk menimba ilmu lewat kompetisi IJL. Bukan soal menang dan kalah, ada semacam "workshop kehidupan" dipetik pelan-pelan. 

Maka tak heran, Kennard sudah hafal betul semboyan "CISS Fearless (Tak Kenal Takut)" yang selalu dikampanyekan sebelum peluit kick-off. Lantang, jelas, terdengar!


"Saya tidak memaksakan ke pelatih agar Kennard selalu dimainkan, hanya menyampaikan saja supaya anak ini kebagian memetik atmosfer pertandingan," jelas Herman.




"Saya setuju dengan yang diutarakan komentator IJL bahwa di arena ini kita bermain sekaligus berkompetisi. Kennard juga bisa dapat ilmu tidak hanya dari rekan setim namun juga lawan bertanding bagaimana cara menjaga semangat dan kekompakan, ya maklum anak di usia dini kan semuanya masih tergantung mood," sambung Herman.





Bahagia sesuai porsinya. Selain sepak bola, Kennard ternyata juga diarahkan ke olahraga lain semacam taekwondo hingga basket.

"Saat sudah dewasa nanti, entah apakah Kennard mau jadi atlet atau pun kerja kantoran semuanya dibangun dari kerjasama tim. Dasar-dasarnya berusaha saya kenalkan. Intinya ya berani untuk bermain dan berkompetisi," tandas Herman yang tengah menunggu kelahiran anak keduanya tersebut.





1 view0 comments